DIY ethic
Karena yang terbaik pasti bisa jadi yang kamu pengen
Temen berbagi
We’re fucked up, lol

We’re fucked up, lol

Siaaaap digoyaaaaang!

Siaaaap digoyaaaaang!

Cimeng
PART 1:
(Lagi nonton tv, ada Rio Febrian di tv)
Gue: Neng, tau gak nama anaknya Rio Febrian siapa?
Neng: Gak tau, siapa emang?
Gue: Jamaika
Neng: Oh iya? Nanti kalo misalnya dia punya anak lagi, anaknya dinamain Marijuana, dipanggilnya Cimeng
Gue: *@&@^$^%*@(!))!)(!!!*@(*&^^#
PART 2:
Gue: Neng, itu kontak line kamu username nya diganti jadi Cimeng? Kirain siapa, fotonya laki2 tapi statusnya syfgmnstn
Neng: Haha, iya. Soalnya lagi UKK, biar gak ketauan kalo nyontek
Gue: *&^%$@#$*(@)*$&!!&@^$%&!@*$^
Awalnya janjian buat ngebir, gara2 pake pakean rapih malah diajakin photobox dulu. Gini deh hasilnya, haha tai

Awalnya janjian buat ngebir, gara2 pake pakean rapih malah diajakin photobox dulu. Gini deh hasilnya, haha tai

Kristen Stewart wearing Black Flag tee

Kristen Stewart wearing Black Flag tee

Pop punk: Music, The Attitude, The Way of Life

It started fifteen years ago, when I was five years old. Five years old like pop punk? god sick. I’m not going crazy right now with pop punk if my brother doesn’t play songs of blink-182, Greenday and Rancid in his room at the time. And the fact is I prefer to listen “dammit, what’s my age again, time bomb, christie road” rather than “somewhere over the rainbow or tomorrow”. Pop punk could be called music, could be called the attitude, could be called the way of life and no matter what it’s called, all I need is here. Enjoy, pop punk.

Describe

I have a confession. I’m fucked up, drunk addict, pervert, slacker, selfish, dirty, and all of this shit honestly it makes me feel like a real life, especially my real life. Maybe I’m not a good person, but I’m a good friend. Who loves punk rock, not to have sex, love kids, and pesco-vegetarian too.

Beer Power

Tidak beralasan, teguk, dan nikmati saja. Biarkan setiap tetesnya mengalir dari mulut hingga ke penghunjung tenggorokanmu. Tunggu beberapa saat, rasakan, dan mainkan peranmu. Pikirkan setiap kemungkinan, ambil keputusan, dan mulailah berbuat sesuatu.

Panggil aku seorang penyendiri, merasa sendiri meski berada di tengah koloni. Aku tidak ingin sendiri, aku hanya merasa lebih baik sendiri. Selalu ada ruang untuk menjadi diri sendiri ketika aku sedang menyendiri. Menulis apa yang ingin aku tulis, bersyair, mendengarkan lagu-lagu kesukaanku, bernyanyi sambil memegang gitar, berfantasi tentang hal-hal yang tak bisa diterima oleh akal, menghisap rokok, meneguk Budweiser, menertawakan diri sendiri, menyaksikan siaran-siaran sampah di televisi, malas untuk menyiram closet toilet selepas buang air kecil, enggan mandi di hari libur, berselancar di dunia maya berjam-jam. Aku adalah hiburan terbaik untuk diriku sendiri, teramat istimewa bagi diriku sendiri, terlihat menarik menurut diriku sendiri, dan hanya aku yang tahu.

Satu-satunya dimana aku benar-benar merasa sedang bersama dengan orang lain adalah bermusik. Aku menggilai punk rock, aku ingin memainkannya. Kenyataannya adalah bahwa aku memainkan reggae dan grunge. Sial, sulit untuk diterima. Aku membenci major label, mereka bermusik untuk uang, itu sangat menyebalkan. Bernaung di major label adalah sebuah kesalahan. Mendikte diriku, membatasi idealisme dan ekspresiku, persetan dengan selera pasar, produk budaya pop murahan, aku tidak tertarik. DIY (do it yourself) adalah segalanya, sebuah bentuk musik yang jujur, dan sangat orisinil. Aku tidak ingin memiliki banyak uang, aku tidak ingin terkenal, sorak-sorai kerumunan orang. Aku hanya ingin naik ke atas panggung, memainkan satu dua tiga buah lagu, kemudian pergi. Itu saja, cukup. Dan momen dimana aku turun dari atas panggung, adalah momen dimana aku kembali untuk menyendiri.

Aku seorang penyendiri. Terimakasih, tapi aku tidak merasa sepi.

Gorilla Biscuits (2012) - Live at Philadelphia, PA (FULL SET)

Mereka, para wanita, berpikir tentang kita, berkonsentrasi, belajar, memutuskan apakah akan menerima kita, membuang kita, menukar kita, membunuh kita atau apakah hanya untuk meninggalkan kita. Pada akhirnya itu tidak penting. Tidak peduli apa yang mereka lakukan, kita akhirnya kesepian dan gila.
Charles Bukowski